Hari Raya Nyepi
Hari Raya Nyepi dirayakan setiap tahun Baru Caka (pergantian tahun Caka). Yaitu pada hari Tilem Kesanga (IX) yang merupakan hari pesucian Dewa-Dewa yang berada di pusat samudera yang membawa inti sarining air hidup (Tirtha Amertha Kamandalu). Untuk itu umat Hindu melakukan pemujaan suci terhadap Dewa-Dewa tersebut.
Tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon kehadapan Tuhan Yang Mahaesa, untuk menyucikan Bhuwana Alit (alam manusia) dan Bhuwana Agung (alam semesta). Rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi adalah sebagai berikut :
1. Tawur (Pecaruan), Pengrupukan, dan Melasti.
Sehari sebelum Nyepi, yaitu pada "panglong ping 14 sasih kesanga" umat Hindu melaksanakan upacara Butha Yadnya di perempatan jalan dan lingkungan rumah masing-masing, dengan mengambil salahg satu dari jenis-jenis "Caru" menurut kemampuannya. Bhuta Yadnya itu masing-masing bernama; Panca Sata (kecil), Panca Sanak (sedang), dan Tawur Agung (besar).
Tawur atau pecaruan sendiri merupakan penyucian/pemarisudha Bhuta Kala, dan segala 'leteh' (kotor), semoga sirna semuanya.
Caru yang dilaksanakan di rumah masing-masing terdiri dari; nasi manca warna (lima warna) berjumlah 9 tanding/paket, lauk pauknya ayam brumbun (berwarna-warni) disertai tetabuhan arak/tuak. Bhuta Yadnya ini ditujukan kepada Sang Bhuta Raja, Bhuta Kala dan Bhatara Kala, dengan memohon supaya mereka tidak mengganggu umat.
Setalah mecaru dilanjutkan dengan upacara pengerupukan, yaitu : menyebar-nyebar nasi tawur, mengobori-obori rumah dan seluruh pekarangan, menyemburi rumah dan pekarangan dengan mesui, serta memukul benda-benda apa saja (biasanya kentongan) hingga bersuara ramai/gaduh. Tahapan ini dilakukan untuk mengusir Bhuta Kala dari lingkungan rumah, pekarangan, dan lingkungan sekitar.
Khusus di Bali, pada pengrupukan ini biasanya dimeriahkan dengan pawai ogoh-ogoh yang merupakan perwujudan Bhuta Kala yang diarak keliling lingkungan, dan kemudian dibakar. Tujuannya sama yaitu mengusir Bhuta Kala dari lingkungan sekitar.
Selanjutnya dilakukan Melasti yaitu menghanyutkan segala leteh (kotor) ke laut, serta menyucikan "pretima". DIlakukan di laut, karena laut (segara) dianggap sebagai sumber Tirtha Amertha (Dewa Ruci, dan Pemuteran Mandaragiri). Selambat-lambatnya pada Tilem sore, pelelastian sudah selesai.
2. Nyepi
Keesoka harinya, yaitu pada "panglong ping 15" (Tilem Kesanga), tibalah Hari Raya Nyepi. Pada hari ini dilakukan puasa/peberatan Nyepi yang disebut Catur Beratha Penyepian dan terdiri dari; amati geni (tiada berapi-api/tidak menggunakan dan atau menghidupkan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak mendengarkan hiburan). Beratha ini dilakukan sejak sebelum matahari terbit.
Menurut umat Hindu, segala hal yang bersifat peralihan, selalu didahului dengan perlambang gelap. Misalnya seorang bayi yang akan beralih menjadi anak-anak (1 oton/6 bulan), lambang ini diwujudkan dengan 'matekep guwungan' (ditutup sangkat ayam). Wanita yang beralih dari masa kanak-kanak ke dewasa (Ngeraja Sewala), upacaranya didahului dengan ngekep (dipingit).
Demikianlah untuk masa baru, ditempuh secara baru lahir, yaitu benar-benar dimulai dengan suatu halaman baru yang putih bersih. Untuk memulai hidup dalam caka/tahun barupun, dasar ini dipergunakan, sehingga ada masa amati geni.
Yang lebih penting dari dari pada perlambang-perlambang lahir itu (amati geni), sesuai dengan Lontar Sundari Gama adalah memutihbersihkan hati sanubari, dan itu merupakan keharusan bagi umat Hindu.
Tiap orang berilmu (sang wruhing tatwa dnjana) melaksanakan; Bharata (pengekangan hawa nafsu), yoga ( menghubungkan jiwa dengan paramatma (Tuhan), tapa (latihan ketahanan menderita), dan samadhi (menunggal kepada Tuhan/Ida Sang Hyang Widhi), yang bertujuan kesucian lahir bathin).
Semua itu menjadi keharusan bagi umat Hindu, sehingga akan mempunyai kesiapan bathin untuk menghadapi setiap tantangan kehidupan di tahun yang baru. Kebiasaan merayakan Hari Raya dengan berfoya-foya, berjudi, mabuk-mabukan adalah sesuatu kebiasaan yang keliru dan mesti dirubah.
3. Ngembak Geni (Ngembak Api)
Terakhir dari perayaan Hari Raya Nyepi adalah hari Ngembak Geni yang jatuh pada tangal ping pisan (1) sasih kedasa (X). Pada hari Inilah tahun baru Caka tersebut dimulai. Umat Hindu bersilahturahmi dengan keluarga besar dan tetangga, saling maaf memaafkan (ksama), satu sama lain.
Dengan suasana baru, kehidupan baru akan dimulai dengan hati putih bersih. Jadi kalau tahun masehi berakhir tiap tanggal 31 Desember dan tahun barunya dimulai 1 Januari, maka tahun Caka berakhir pada panglong ping limolas (15) sasih kedasa (X), dan tahun barunya dimulai tanggal 1 sasih kedasa (X).
* taken from baliaga.com
Rabu, 21 November 2007
Kuta
Kuta, Kampung yang Jadi Jantung Pariwisata Bali
KCM/Egidius Patnistik
Sunset: Matahari terbenam atau sunset merupakan salah satu pemandangan terindah yang dinantikan-natikan turis di Pantai Kuta
Kuta, Bali di akhir tahun 1960-an masih merupakan kampung nelayan dan petani yang sepi. Warganya menggantungkan hidup pada hasil ladang dan tangkapan ikan yang tidak seberapa karena semua dikerjakan secara tradisional.
Lalu serombongan turis datang mendirikan tenda dan bermalam di Pantai Kuta. Dari waktu ke waktu jumlah mereka bertambah banyak. Para pelancong ini butuh toilet, kamar mandi, makan dan berbagai kebutuhan lain di rumah-rumah penduduk.
Penduduk setempat yang masih sangat sederhana itu kelabakan menghadapi orang-orang asing tersebut. "Tiba-tiba saja muncul hippies nginap di pantai."
Mereka masuk ke rumah penduduk cari toilet dan kamar mandi. Penduduk di sini awalnya bingung. Tidak tahu bagaimana caranya menerima turis-turis itu. Penduduk hanya punya toilet dan kamar mandi seadanya, bahkan banyak yang tidak punya. "Tetapi lama-kelamaan berdasarkan pengalaman dan diajari para turis juga, warga akhirnya tahu apa yang harus dilakukan," tutur Kepala Desa Adat Kuta, Made Windra, di Legian, Kuta, Bali, akhir pekan lalu.
Kisah tentang keindahan Pantai Kuta dan pesona Bali yang eksotik dan magis tersebar dari mulut ke mulut hingga menyebar ke mancanegara. Turis dari berbagai penjuru angin berdatangan dan menjadikan Bali sebagai tujuan utama untuk berlibur. Apa lagi di era 1980-an, saat pariwisata mulai menjadi industri yang menggiurkan.
***
KCM/Egidius Patnistik
Kosong: Pantai Kuta yang biasanya dipenuhi turis berjemur diri, kini kosong seperti terlihat pada gambar yang diambil Minggu (20/10), atau delapan hari setelah pemboman di Jalan Legian, Kuta.
Kawasan Kuta pun mempercantik diri. Kuta dengan Jalan Legian dan Jalan Pantai Kuta sebagai jalan utama mentransformasi diri menjadi "kampung metropolis". Disebut kampung karena dari sisi tata ruang, Kuta tetap lah sebuah kampung dengan permukiman penduduk yang padat. Rumah berdempetan dengan gang kecil yang sempit dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.
Tetapi di Kuta orang bisa bertemu dengan orang dari berbagai bangsa, dari Australia (terbanyak), Eropa (Barat, Utara, Skandinavia) Amerika (Utara dan Latin), Afrika dan Asia (Jepang, Korea, Filipina). Di sini mereka bertemu, berbaur dengan penduduk yang menyediakan penginapan dan makanan.
Petani dan nelayan tidak ada lagi. Kuta saat ini adalah hotel, losmen, restoran, toko suvenir, toko pakaian, pub, diskotik, bar, kantor bank, pusat perbelanjaan dan berbagai jenis sarana dan fasilitas pendukung pariwisata lainnya.
Yang ada kini adalah pengelola atau pekerja penginapan, restoran atau toko suvenir. Kalau pun masih ada nelayan, mereka telah menjadi penyedia jasa bagi para turis yang hendak surfing. "Istilahnya, mereka tetap jadi nelayan tetapi tidak untuk menangkap ikan. Menjadi nelayan untuk bersenang-senang, just for fun, tetapi dapat uang," kata Agung Oke, pemuda Kelurahan Kuta.
Dengan suasana kampung yang kental, sudah pasti Kuta memiliki karakter tamu tersendiri. Turis-turis Kuta rata-rata adalah mereka yang berkantung pas-pasan, senang bertualang dan menyukai kehidupan malam. Di Kuta banyak penginapan bertarif puluhan ribu dan makanan dengan harga ribuan rupiah.
KCM/Egidius Patnistik
Legian: Jalan Legian merupakan salah satu urat nadi perekonomian Kuta. Sebelum pemboman, kawasan ini ramai dikunjungi turis yang hendak belanja suvenir atau sesuatu yang khas Bali.
Berbeda misalnya dengan Nusa Dua yang serba wah. Nusa Dua merupakan kawasan hotel berbintang lima yang terisolir dari penduduk sekitar. Tamu-tamunya dari kalangan atas dengan kantung tebal. Atau Sanur yang disukai orang-orang yang ingin menikmati ketenangan dan keheningan. Di Sanur, kehidupan telah mati setelah jam 10.00 malam, sebaliknya di Kuta kehidupan justru dimulai saat itu.
Selain pantainya yang indah dan selalu dijelali turis setengah telanjang berjemur diri, Kuta juga menjadi pusat hiburan malam Bali. Diskotik, bar, pub semua ada di sini, sebut saja Sari Club dan Padys yang kini tinggal nama karena telah porak-poranda akibat ledakan bom Sabtu (12/10) lalu itu. Masih ada Bounty, Apache, Hard Rock dan Musro. Praktis kawasan ini hidup 24 jam.
Sari Club dan Padys merupakan dua tempat paling padat dikunjungi, bahkan keduanya hanya membolehkan turis asing yang masuk. Selain bergoyang dan menikmati musik, tempat-tempat ini juga menjadi surga para penikmat minuman beralkohol. "Di Sari Club sering ada drinking competition," tutur Yudi Erlangga, guide freelance untuk Bali Mas Holiday yang sering mengantar tamu ke tempat itu.
***
Semua itu cerita sebelum ledakan bom yang menewaskan sedikitnya 185 orang di Jalan Legian itu. Suasana duka dan kemurungan masih mewarnai kawasan itu hari-hari ini. Sebagian Jalan Legian, belasan meter dari lokasi ledakan, masih tertutup untuk umum, sampai penyelidikan polisi untuk mengungkap kasus tersebut dinyatakan selesai. Tumpukan bunga dan bentangan kain putih berisi tanda tangan ungkapan rasa simpati masih terlihat.
Namun masa berkabung ada batasnya dan hidup toh harus terus bergulir. Maka toko-toko di luar garis polisi (police line) pun sudah mulai dibuka. Sedangkan yang mengalami kerusakan mulai berbenah diri dengan memperbaiki tembok yang retak atau runtuh, mengganti kaca yang pecah dan genteng yang jebol.
KCM/Egidius Patnistik
Tertutup: Tempat kejadian perkara (TKP) masih ditutup untuk umum. Tempat itu baru bisa dibuka 15 November mendatang setelah masyarakat setempat melakukan upacara adat.
"Kita sudah siap buka lagi, tetapi harus tunggu keputusan dari polisi," kata General Manager Circle K (CK), Gusti Ngurah Biasama. Dua unit toko CK, mini market yang merajai Bali, mengalami kerusakan dalam peristiwa pemboman itu dan satu unit masih berada dalam garis polisi.
Haji Bambang, tokoh masyarkat Kuta mengatakan, ia mengalami dilema. "Di satu sisi polisi mengatakan tempat ini harus ditutup demi tujuan penyelidikan agar kasus itu bisa terungkap. Di sisi lain warga terus bertanya, kapan tempat ini di buka lagi," katanya.
Sudah banyak turis meninggalkan Bali. Tidak ada yang tahu entah kapan mereka kembali. Sudah banyak pula yang menangguhkan kunjungannya ke Pulau dewata itu. Kuta, khususnya Jalan Legian, dalam sepekan terakhir memang banyak dikunjungi orang, terutama mereka yang hendak memberi tanda simpati bagi korban yang meninggal atau sekedar melihat lokasi ledakan.
Entah kalau semua itu telah usai. "Saya tutup satu hari saja. Setelah itu buka lagi. Kalau siang sih ramai karena banyak orang yang datang lihat lokasi ledakan tetapi coba jam enam sore ke atas. Daerah ini sudah seperti kuburan, sepi sekali," tutur seorang pemilik toko perak di Jalan Legian. (Egidius Patnistik)
From Kompas.com
KCM/Egidius Patnistik
Sunset: Matahari terbenam atau sunset merupakan salah satu pemandangan terindah yang dinantikan-natikan turis di Pantai Kuta
Kuta, Bali di akhir tahun 1960-an masih merupakan kampung nelayan dan petani yang sepi. Warganya menggantungkan hidup pada hasil ladang dan tangkapan ikan yang tidak seberapa karena semua dikerjakan secara tradisional.
Lalu serombongan turis datang mendirikan tenda dan bermalam di Pantai Kuta. Dari waktu ke waktu jumlah mereka bertambah banyak. Para pelancong ini butuh toilet, kamar mandi, makan dan berbagai kebutuhan lain di rumah-rumah penduduk.
Penduduk setempat yang masih sangat sederhana itu kelabakan menghadapi orang-orang asing tersebut. "Tiba-tiba saja muncul hippies nginap di pantai."
Mereka masuk ke rumah penduduk cari toilet dan kamar mandi. Penduduk di sini awalnya bingung. Tidak tahu bagaimana caranya menerima turis-turis itu. Penduduk hanya punya toilet dan kamar mandi seadanya, bahkan banyak yang tidak punya. "Tetapi lama-kelamaan berdasarkan pengalaman dan diajari para turis juga, warga akhirnya tahu apa yang harus dilakukan," tutur Kepala Desa Adat Kuta, Made Windra, di Legian, Kuta, Bali, akhir pekan lalu.
Kisah tentang keindahan Pantai Kuta dan pesona Bali yang eksotik dan magis tersebar dari mulut ke mulut hingga menyebar ke mancanegara. Turis dari berbagai penjuru angin berdatangan dan menjadikan Bali sebagai tujuan utama untuk berlibur. Apa lagi di era 1980-an, saat pariwisata mulai menjadi industri yang menggiurkan.
***
KCM/Egidius Patnistik
Kosong: Pantai Kuta yang biasanya dipenuhi turis berjemur diri, kini kosong seperti terlihat pada gambar yang diambil Minggu (20/10), atau delapan hari setelah pemboman di Jalan Legian, Kuta.
Kawasan Kuta pun mempercantik diri. Kuta dengan Jalan Legian dan Jalan Pantai Kuta sebagai jalan utama mentransformasi diri menjadi "kampung metropolis". Disebut kampung karena dari sisi tata ruang, Kuta tetap lah sebuah kampung dengan permukiman penduduk yang padat. Rumah berdempetan dengan gang kecil yang sempit dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.
Tetapi di Kuta orang bisa bertemu dengan orang dari berbagai bangsa, dari Australia (terbanyak), Eropa (Barat, Utara, Skandinavia) Amerika (Utara dan Latin), Afrika dan Asia (Jepang, Korea, Filipina). Di sini mereka bertemu, berbaur dengan penduduk yang menyediakan penginapan dan makanan.
Petani dan nelayan tidak ada lagi. Kuta saat ini adalah hotel, losmen, restoran, toko suvenir, toko pakaian, pub, diskotik, bar, kantor bank, pusat perbelanjaan dan berbagai jenis sarana dan fasilitas pendukung pariwisata lainnya.
Yang ada kini adalah pengelola atau pekerja penginapan, restoran atau toko suvenir. Kalau pun masih ada nelayan, mereka telah menjadi penyedia jasa bagi para turis yang hendak surfing. "Istilahnya, mereka tetap jadi nelayan tetapi tidak untuk menangkap ikan. Menjadi nelayan untuk bersenang-senang, just for fun, tetapi dapat uang," kata Agung Oke, pemuda Kelurahan Kuta.
Dengan suasana kampung yang kental, sudah pasti Kuta memiliki karakter tamu tersendiri. Turis-turis Kuta rata-rata adalah mereka yang berkantung pas-pasan, senang bertualang dan menyukai kehidupan malam. Di Kuta banyak penginapan bertarif puluhan ribu dan makanan dengan harga ribuan rupiah.
KCM/Egidius Patnistik
Legian: Jalan Legian merupakan salah satu urat nadi perekonomian Kuta. Sebelum pemboman, kawasan ini ramai dikunjungi turis yang hendak belanja suvenir atau sesuatu yang khas Bali.
Berbeda misalnya dengan Nusa Dua yang serba wah. Nusa Dua merupakan kawasan hotel berbintang lima yang terisolir dari penduduk sekitar. Tamu-tamunya dari kalangan atas dengan kantung tebal. Atau Sanur yang disukai orang-orang yang ingin menikmati ketenangan dan keheningan. Di Sanur, kehidupan telah mati setelah jam 10.00 malam, sebaliknya di Kuta kehidupan justru dimulai saat itu.
Selain pantainya yang indah dan selalu dijelali turis setengah telanjang berjemur diri, Kuta juga menjadi pusat hiburan malam Bali. Diskotik, bar, pub semua ada di sini, sebut saja Sari Club dan Padys yang kini tinggal nama karena telah porak-poranda akibat ledakan bom Sabtu (12/10) lalu itu. Masih ada Bounty, Apache, Hard Rock dan Musro. Praktis kawasan ini hidup 24 jam.
Sari Club dan Padys merupakan dua tempat paling padat dikunjungi, bahkan keduanya hanya membolehkan turis asing yang masuk. Selain bergoyang dan menikmati musik, tempat-tempat ini juga menjadi surga para penikmat minuman beralkohol. "Di Sari Club sering ada drinking competition," tutur Yudi Erlangga, guide freelance untuk Bali Mas Holiday yang sering mengantar tamu ke tempat itu.
***
Semua itu cerita sebelum ledakan bom yang menewaskan sedikitnya 185 orang di Jalan Legian itu. Suasana duka dan kemurungan masih mewarnai kawasan itu hari-hari ini. Sebagian Jalan Legian, belasan meter dari lokasi ledakan, masih tertutup untuk umum, sampai penyelidikan polisi untuk mengungkap kasus tersebut dinyatakan selesai. Tumpukan bunga dan bentangan kain putih berisi tanda tangan ungkapan rasa simpati masih terlihat.
Namun masa berkabung ada batasnya dan hidup toh harus terus bergulir. Maka toko-toko di luar garis polisi (police line) pun sudah mulai dibuka. Sedangkan yang mengalami kerusakan mulai berbenah diri dengan memperbaiki tembok yang retak atau runtuh, mengganti kaca yang pecah dan genteng yang jebol.
KCM/Egidius Patnistik
Tertutup: Tempat kejadian perkara (TKP) masih ditutup untuk umum. Tempat itu baru bisa dibuka 15 November mendatang setelah masyarakat setempat melakukan upacara adat.
"Kita sudah siap buka lagi, tetapi harus tunggu keputusan dari polisi," kata General Manager Circle K (CK), Gusti Ngurah Biasama. Dua unit toko CK, mini market yang merajai Bali, mengalami kerusakan dalam peristiwa pemboman itu dan satu unit masih berada dalam garis polisi.
Haji Bambang, tokoh masyarkat Kuta mengatakan, ia mengalami dilema. "Di satu sisi polisi mengatakan tempat ini harus ditutup demi tujuan penyelidikan agar kasus itu bisa terungkap. Di sisi lain warga terus bertanya, kapan tempat ini di buka lagi," katanya.
Sudah banyak turis meninggalkan Bali. Tidak ada yang tahu entah kapan mereka kembali. Sudah banyak pula yang menangguhkan kunjungannya ke Pulau dewata itu. Kuta, khususnya Jalan Legian, dalam sepekan terakhir memang banyak dikunjungi orang, terutama mereka yang hendak memberi tanda simpati bagi korban yang meninggal atau sekedar melihat lokasi ledakan.
Entah kalau semua itu telah usai. "Saya tutup satu hari saja. Setelah itu buka lagi. Kalau siang sih ramai karena banyak orang yang datang lihat lokasi ledakan tetapi coba jam enam sore ke atas. Daerah ini sudah seperti kuburan, sepi sekali," tutur seorang pemilik toko perak di Jalan Legian. (Egidius Patnistik)
From Kompas.com
The History Of Bali
Sejarah Pariwisata Bali
Kalau pada zaman Romawi orang melakukan perjalanan wisata karena kebutuhan praktis, dambaan ingin tahu dan dorongan keagamaan, maka pada zaman Hindu di Nusantara / Indonesia khususnya di Bali telah terjadi pula perjalanan wisata karena dorongan keagamaan.
Perjalanan Rsi Markandiya sekitar abad 8 dari Jawa ke Bali, telah melakukan perjalanan wisata dengan membawa misi-misi keagaman. Demikian pula Empu Kuturan yang mengembangkan konsep Tri Sakti di Bali datang sekitar abad 11 kemudian Dang Hyang Nirartha (Pedanda Sakti Wawu Rawuh) pada abad ke 16 datang ke Bali sebagai misi keagamaan dengan titik berat pada konsep Upacara.
Perjalanan wisata internasional di Bali telah dimulai pada permulaan abad 20 dimana sebelumnya bahwa Bali diketemukan oleh orang Belanda tahun 1579 yaitu oleh ekspedisi (Cornellis de Houtman) dalam perjalanannya mengelilingi dunia untuk mencari rempah-rempah lalu sampai di Indonesia.
Dari Pulau Jawa misi tersebut berlayar menuju ke Timur dan dari kejauhan terlihatlah sebuah pulau yang merimbun. Dikiranya pulau tersebut menghasilkan rempah-rempah. Setelah mereka mendarat, mereka tidak menemukan rempah-rempah.
Hanya sebuah kehidupan dengan kebudayaannya yang menurut pandangan mereka sangat unik, tidak pernah dijumpai di tempat lain yang dikunjungi selama mereka mengelilingi dunia, alamnya sangat indah dan mempunyai magnet/daya tarik tersendiri. Pulau ini oleh penduduknya dinamakan Bali. Inilah yang mereka laporkan kepada Raja Belanda pada waktu itu.
Kemudian pada tahun 1920 mulailah wisatawan dari Eropa datang ke Bali. Hal ini terjadi berkat dari kapal-kapal dagang Belanda yaitu KPM (Koninklijke Paketcart Maatsckapy) yang dalam usahanya mencari rempah-rempah ke Indonesia dan juga agar kapal-kapal tersebut mendapat penumpang dalam perjalanannya ke Indonesia lalu mereka memperkenalkan Bali di Eropa sebagai (the Island of God).
Dari para wisatawan Eropa yang mengunjungi Bali terdapat pula para seniman, baik seniman sastra, seniman lukis maupun seniman tari. Dalam kunjungan berikutnya banyak para seniman tersebut yang menulis tentang Bali seperti :
Seniman Sastra
Dr Gregor Krause adalah orang Jerman yang dikirim ke Wetherisnds East Idies (Indonesia) bertugas di Bali pada tahun 1921 yang ditugaskan untuk membuat tulisan-tulisan dan foto-foto mengenai tata kehidupan masyarakat Bali. Bukunya telah menyebar ke seluruh Dunia pada tahun 1920 yang bersangkutan tinggal di Bangli.
Miguel Covarrubias dengan bukunya the Island of Bali tahun 1930
Magaret Mead
Collin Mc Phee
Jone Bello
Mrs Menc (Ni Ketut Tantri) dengan bukunya Revolt In Paradise
Roelof Goris dengan bukunya Prasasti Bali menetap di Bali tahun 1928
Lovis Conperus (1863-1923) dengan bukunya Easwords (Melawat ke Timur) memuji tentang Bali terutama Kintamani.
Seniman Lukis
R. Bonet mendirikan museum Ratna Warta
Walter Spies bersama Tjokorde mendirikan yayasan Pita Maha. Disamping dikenal sebagai pelukis ia juga mengarang buku dengan judul Dance dan Drama in Bali. Pertama kali ke Bali tahun 1925.
Arie Smith yang membentuk aliran young artist
Le Mayeur orang Belgia mengambil istri di Bali tinggal di Sanur tahun 1930 dengan Museum Le Mayeur di Bali 5. Mario Blanco orang Spanyol juga seorang pelukis beristrikan orang Bali dan menetap di Ubud.
Dan banyak lagi seniman baik asing maupun Nusantara disamping menetap, mengambil obyek baik lukisan maupun tulisan mengenai Bali. Dan tulisan-tulisan mengenai Bali mulai tahun 1920 sudah menyebar keseluruh Eropa dan Amerika.
Para Wisatawan asing yang sudah pernah ke Bali lalu menceritakan pengalaman kunjungannya selama di Bali kepada teman-temannya. Penyebaran informasi mengenai Bali baik karena tulisan-tulisan tentang Bali maupun cerita dari mulut ke mulut menyebabkan Bali dikenal di manca negara. Bahkan sampai saat ini nama Bali masih lebih dikenal umum dibandingkan dengan nama Indonesia di mancanegara.
Untuk mengantisipasi hal tersebut maka penyebaran informasi mengenai daerah tujuan wisata (DTW). Bali selalu mengutamakan nama Indonesia, baik itu penyebaran informasi melalui brosur-brosur maupun pada pameran-pameran yang diadakan di negara asing. Sehingga dengan demikian diharapkan nama Indonesia lebih dikenal dan dipahami bahwa Bali adalah salah satu propinsi yang ada di Indonesia dan merupakan bagian dari Indonesia, bukan sebaliknya.
Untuk menampung kedatangan wisatawan asing ke Bali maka pada tahun 1930 didirikanlah hotel yang pertama di Bali yaitu Bali Hotel yang terletak di jantung kota Denpasar, disamping itu juga ada sebuah pesanggrahan yang terletak di kawasan wisata Kintamani.
Pesanggrahan sangat strategis untuk dapat melihat pemandangan alam Kintamani yang unik dan mempunyai daya tarik tersendiri di mata wisatawan, bahkan pesanggrahan tersebut sangat strategis untuk menyaksikan saat Gunung Batur meletus maupun mengeluarkan asap.
Menurut kepercayaan masyarakat setempat, saat Gunung Batur meletus banyak roh-roh halus menyebar di sekitar Kintamani, karena itu masyarakat setempat membuat upacara agar ketentraman Desa terpelihara.
Pada saat Gunung Batur meletus pada tahun1994 yang lalu kawasan Kintamani makin banyak dikunjungi wisatawan yang ingin menyaksikan atraksi kegiatan Gunung Batur. Dan masyarakat setempat pun kebagian rezeki dari kunjungan tersebut.
Nama Bali makin terkenal setelah pada tahun 1932 rombongan Legong Peliatan melanglang buana ke Eropa dan Amerika atas prakarsa orang-orang asing dan pada tahun berikutnya makin banyak saja seni tari Bali yang diajak melanglang buana ke mancanegara. Selama pementasan selalu pertunjukan tersebut mendapat acungan jempol.
Makin terkenalnya nama Bali di mancanegara, kunjungan wisatawan asing makin banyak datang ke Bali. Berbagai julukan diberikan kepada Bali antara lain :
The Island of Gods
The Island of Paradise
The Island of Thousand Temples
The Morning of The World oleh Pandit Jawahral Nehru
The Last Paradise on Earth dan lain sebagainya.
Kesemarakan Pariwisata Bali pernah terhenti karena meletusnya Perang Dunia I tahun 1939 - 1941 dan Perang Dunia II tahun 1942-1945 dan dilanjutkan dengan Revolusi Kemerdekaan RI tahun 1942-1949.
Baru pada tahun 1956 kepariwisataan di Bali dirintis kembali. Pada tahun 1963 didirikan Hotel Bali Beach (Grand Bali Beach sekarang) dan diresmikan pada bulan November 1966. Hotel Bali Beach (Grand Bali Beach) mempunyai sejarah tersendiri dimana merupakan satu-satunya hotel berlantai 9 (sembilan) tingginya lebih dari 15 meter.
Hotel ini dibangun sebelum ada ketentuan bahwa bangunan di Bali maksimal tingginya 15 meter, sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Kdh. Tk. I Bali tanggal 22 November 1971 Nomor 13/Perbang. 1614/II/a/1971. Isinya antara lain bahwa bangunan di Daerah Bali tingginya maksimal setinggi pohon kelapa atau 15 meter.
Hotel Bali Beach dibangun atas biaya dari rampasan perang Jepang. Hotel tersebut pernah terbakar pada tanggal 20 Januari 1993, pada saat hotel tersebut terbakar terjadi keanehan yaitu kamar nomor 327, satu-satunya kamar yang tidak terbakar sama sekali.
Setelah Hotel Bali Beach diresmikan pada bulan November 1966 maka bulan Agustus 1969 diresmikan Pelabuhan Udara Ngurah Rai sebagai pelabuhan internasional. Kepariwisataan di Bali dilaksanakan secara lebih intensif, teratur dan terencana yaitu ketika dimulai dicanangkan Pelita I pada April 1969.
* taken from baliaga.com
Kalau pada zaman Romawi orang melakukan perjalanan wisata karena kebutuhan praktis, dambaan ingin tahu dan dorongan keagamaan, maka pada zaman Hindu di Nusantara / Indonesia khususnya di Bali telah terjadi pula perjalanan wisata karena dorongan keagamaan.
Perjalanan Rsi Markandiya sekitar abad 8 dari Jawa ke Bali, telah melakukan perjalanan wisata dengan membawa misi-misi keagaman. Demikian pula Empu Kuturan yang mengembangkan konsep Tri Sakti di Bali datang sekitar abad 11 kemudian Dang Hyang Nirartha (Pedanda Sakti Wawu Rawuh) pada abad ke 16 datang ke Bali sebagai misi keagamaan dengan titik berat pada konsep Upacara.
Perjalanan wisata internasional di Bali telah dimulai pada permulaan abad 20 dimana sebelumnya bahwa Bali diketemukan oleh orang Belanda tahun 1579 yaitu oleh ekspedisi (Cornellis de Houtman) dalam perjalanannya mengelilingi dunia untuk mencari rempah-rempah lalu sampai di Indonesia.
Dari Pulau Jawa misi tersebut berlayar menuju ke Timur dan dari kejauhan terlihatlah sebuah pulau yang merimbun. Dikiranya pulau tersebut menghasilkan rempah-rempah. Setelah mereka mendarat, mereka tidak menemukan rempah-rempah.
Hanya sebuah kehidupan dengan kebudayaannya yang menurut pandangan mereka sangat unik, tidak pernah dijumpai di tempat lain yang dikunjungi selama mereka mengelilingi dunia, alamnya sangat indah dan mempunyai magnet/daya tarik tersendiri. Pulau ini oleh penduduknya dinamakan Bali. Inilah yang mereka laporkan kepada Raja Belanda pada waktu itu.
Kemudian pada tahun 1920 mulailah wisatawan dari Eropa datang ke Bali. Hal ini terjadi berkat dari kapal-kapal dagang Belanda yaitu KPM (Koninklijke Paketcart Maatsckapy) yang dalam usahanya mencari rempah-rempah ke Indonesia dan juga agar kapal-kapal tersebut mendapat penumpang dalam perjalanannya ke Indonesia lalu mereka memperkenalkan Bali di Eropa sebagai (the Island of God).
Dari para wisatawan Eropa yang mengunjungi Bali terdapat pula para seniman, baik seniman sastra, seniman lukis maupun seniman tari. Dalam kunjungan berikutnya banyak para seniman tersebut yang menulis tentang Bali seperti :
Seniman Sastra
Dr Gregor Krause adalah orang Jerman yang dikirim ke Wetherisnds East Idies (Indonesia) bertugas di Bali pada tahun 1921 yang ditugaskan untuk membuat tulisan-tulisan dan foto-foto mengenai tata kehidupan masyarakat Bali. Bukunya telah menyebar ke seluruh Dunia pada tahun 1920 yang bersangkutan tinggal di Bangli.
Miguel Covarrubias dengan bukunya the Island of Bali tahun 1930
Magaret Mead
Collin Mc Phee
Jone Bello
Mrs Menc (Ni Ketut Tantri) dengan bukunya Revolt In Paradise
Roelof Goris dengan bukunya Prasasti Bali menetap di Bali tahun 1928
Lovis Conperus (1863-1923) dengan bukunya Easwords (Melawat ke Timur) memuji tentang Bali terutama Kintamani.
Seniman Lukis
R. Bonet mendirikan museum Ratna Warta
Walter Spies bersama Tjokorde mendirikan yayasan Pita Maha. Disamping dikenal sebagai pelukis ia juga mengarang buku dengan judul Dance dan Drama in Bali. Pertama kali ke Bali tahun 1925.
Arie Smith yang membentuk aliran young artist
Le Mayeur orang Belgia mengambil istri di Bali tinggal di Sanur tahun 1930 dengan Museum Le Mayeur di Bali 5. Mario Blanco orang Spanyol juga seorang pelukis beristrikan orang Bali dan menetap di Ubud.
Dan banyak lagi seniman baik asing maupun Nusantara disamping menetap, mengambil obyek baik lukisan maupun tulisan mengenai Bali. Dan tulisan-tulisan mengenai Bali mulai tahun 1920 sudah menyebar keseluruh Eropa dan Amerika.
Para Wisatawan asing yang sudah pernah ke Bali lalu menceritakan pengalaman kunjungannya selama di Bali kepada teman-temannya. Penyebaran informasi mengenai Bali baik karena tulisan-tulisan tentang Bali maupun cerita dari mulut ke mulut menyebabkan Bali dikenal di manca negara. Bahkan sampai saat ini nama Bali masih lebih dikenal umum dibandingkan dengan nama Indonesia di mancanegara.
Untuk mengantisipasi hal tersebut maka penyebaran informasi mengenai daerah tujuan wisata (DTW). Bali selalu mengutamakan nama Indonesia, baik itu penyebaran informasi melalui brosur-brosur maupun pada pameran-pameran yang diadakan di negara asing. Sehingga dengan demikian diharapkan nama Indonesia lebih dikenal dan dipahami bahwa Bali adalah salah satu propinsi yang ada di Indonesia dan merupakan bagian dari Indonesia, bukan sebaliknya.
Untuk menampung kedatangan wisatawan asing ke Bali maka pada tahun 1930 didirikanlah hotel yang pertama di Bali yaitu Bali Hotel yang terletak di jantung kota Denpasar, disamping itu juga ada sebuah pesanggrahan yang terletak di kawasan wisata Kintamani.
Pesanggrahan sangat strategis untuk dapat melihat pemandangan alam Kintamani yang unik dan mempunyai daya tarik tersendiri di mata wisatawan, bahkan pesanggrahan tersebut sangat strategis untuk menyaksikan saat Gunung Batur meletus maupun mengeluarkan asap.
Menurut kepercayaan masyarakat setempat, saat Gunung Batur meletus banyak roh-roh halus menyebar di sekitar Kintamani, karena itu masyarakat setempat membuat upacara agar ketentraman Desa terpelihara.
Pada saat Gunung Batur meletus pada tahun1994 yang lalu kawasan Kintamani makin banyak dikunjungi wisatawan yang ingin menyaksikan atraksi kegiatan Gunung Batur. Dan masyarakat setempat pun kebagian rezeki dari kunjungan tersebut.
Nama Bali makin terkenal setelah pada tahun 1932 rombongan Legong Peliatan melanglang buana ke Eropa dan Amerika atas prakarsa orang-orang asing dan pada tahun berikutnya makin banyak saja seni tari Bali yang diajak melanglang buana ke mancanegara. Selama pementasan selalu pertunjukan tersebut mendapat acungan jempol.
Makin terkenalnya nama Bali di mancanegara, kunjungan wisatawan asing makin banyak datang ke Bali. Berbagai julukan diberikan kepada Bali antara lain :
The Island of Gods
The Island of Paradise
The Island of Thousand Temples
The Morning of The World oleh Pandit Jawahral Nehru
The Last Paradise on Earth dan lain sebagainya.
Kesemarakan Pariwisata Bali pernah terhenti karena meletusnya Perang Dunia I tahun 1939 - 1941 dan Perang Dunia II tahun 1942-1945 dan dilanjutkan dengan Revolusi Kemerdekaan RI tahun 1942-1949.
Baru pada tahun 1956 kepariwisataan di Bali dirintis kembali. Pada tahun 1963 didirikan Hotel Bali Beach (Grand Bali Beach sekarang) dan diresmikan pada bulan November 1966. Hotel Bali Beach (Grand Bali Beach) mempunyai sejarah tersendiri dimana merupakan satu-satunya hotel berlantai 9 (sembilan) tingginya lebih dari 15 meter.
Hotel ini dibangun sebelum ada ketentuan bahwa bangunan di Bali maksimal tingginya 15 meter, sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Kdh. Tk. I Bali tanggal 22 November 1971 Nomor 13/Perbang. 1614/II/a/1971. Isinya antara lain bahwa bangunan di Daerah Bali tingginya maksimal setinggi pohon kelapa atau 15 meter.
Hotel Bali Beach dibangun atas biaya dari rampasan perang Jepang. Hotel tersebut pernah terbakar pada tanggal 20 Januari 1993, pada saat hotel tersebut terbakar terjadi keanehan yaitu kamar nomor 327, satu-satunya kamar yang tidak terbakar sama sekali.
Setelah Hotel Bali Beach diresmikan pada bulan November 1966 maka bulan Agustus 1969 diresmikan Pelabuhan Udara Ngurah Rai sebagai pelabuhan internasional. Kepariwisataan di Bali dilaksanakan secara lebih intensif, teratur dan terencana yaitu ketika dimulai dicanangkan Pelita I pada April 1969.
* taken from baliaga.com
Obyek Wisata Lain di Bali
Water Bom
Terletak di Kuta di depan Hotel Bali Garden, bisa mandi sepuasnya dalam satu hari dari jam buka sampai tutup. Water boom in cuma satu satunya di Bali.
Harga:
* Rp. 125.000 per orang
* termasuk entrance Water Bom
* P/u sesuai keinginan
detail
--------------------------------------------------------------------------------
Bersepeda
Berangkat dari 07.30 Wita menuju Kintamani, dari sana start bersepeda turun menuju Ubud sambil melihat pemandangan, kehidupan masyarakat Bali, rice terrace dll, bersepeda kurang lebih 2 jam.
Harga:
* Rp. 300.000 per dewasa
* Rp. 175.000 per anak (3 - 12 tahun)
* P/u (Sanur, Kuta, Nusadua) 07.30 - 08.00
* Termasuk: Transport PP, sepeda, perlengkapan bersepeda, asuransi, cold drink, makan siang, guide)
* Guarantee minimum book 02 orang dewasa atau 1 dewasa + 2 anak
--------------------------------------------------------------------------------
ATV Ride
Sangat mengesankan sekali jika anda mencoba permainan ini!!!. Kita bisa ber-adventure sambil mengenal alam yang menawan, kehidupan masyarakat desa/kampung sehari hari seperti bertani, bercocok tanam, dan lainnya juga budaya setempat. Atau bisa dibuat suatu game / lomba tertentu tergantung jumlah peserta.
Harga:
* 1 orang utk 1 motor Rp. 400.000 per orang dewasa atau anak
* 2 orang utk 1 motor Rp.
* P/u (Sanur, Kuta, Nusadua) Trip I: 07.15 - 07.45, Trip II: 12.15 - 12.45
* Termasuk: Transport PP, makan siang, aqua dan buah2 yang ditemui sewaktu trip, souvenir, changing room dengan air panas dingin, handuk, asuransi
* Kombinasi ATV + Rafting Rp. 600.000 per orang
fhoto lain
--------------------------------------------------------------------------------
Land Rover Jeep
Tour pake mobil pariwisata!!! sudah lumrah. Tapi kalau dengan Jeep Land Rover itu Beda. Berpetualang dengan Jeep sangat mengesankan, disamping banyak rintangan yang dilalui juga melewati pemandangan desa yang sangat menakjubkan. Trip ini mengambil lokasi di desa Jati Luih dimana di desa ini sangat terkenal dengan panorama rice terrace yang paling bagus di Bali.
Harga:
* Rp. 600.000 per orang dewasa atau anak
* Minimum booking 02 orang dewasa atau anak. 1 Jeep mak untuk 4 orang.
* P/u (Sanur, Kuta, Nusadua) Trip I: 07.15 - 07.45, Trip II: 12.15 - 12.45
* Termasuk: Transport PP, makan siang, aqua dan buah2 yang ditemui sewaktu trip, souvenir, changing room dengan air panas dingin, handuk, asuransi
fhoto lain
--------------------------------------------------------------------------------
Paint Ball Bali
Ingin menjadi tentara!!! Ayoo…disini buktikan!!!
Paint Ball Bali akan mewujudkannya. Permainan tembak tembak-an hanya ada di 1 tempat di Bali yaitu di desa KUTUH Kuta Selatan. Permainanya kurang lebih 30 menit atau sampai peluru (paint ball) habis. Paling tidak dalam permainan ini harus mengajak rekan, saudara atau keluarga sedikitnya 4 orang. Semakin banyak peserta akan semakin bagus dan lebih seru!!!
Ayoo Booking sekarang jugaaa….
Ada harga special harga untuk group dengan jumlah min 20 orang.
Harga:
* Rp. 350.000 per orang dewasa atau anak
* P/u (Sanur, Kuta, Nusadua) dari jam 08.00 - 14.00 bebas tentukan (as available)
* Termasuk: tiket masuk, equipments lengkap (seragam, V-force mask, senjata, pelindung kepala dan mata, 100 peluru (paintball), makanan kecil, 2 aqua, 1 minuman dingin.
* Tambahan beaya transfer PP Rp. 50.000 per orang
more info
--------------------------------------------------------------------------------
Trekking Pedesaan
Kegiatan Trekking ini sangat mengesankan. Diantara adventure program hanya disini kegiatan yang paling menyehatkan. Disamping bisa menikmati alam pedesaan dengan beraneka ragam activitas seperti bertani, bercocok tanam, kegiatan ritual sehari2 juga kebiasaan masyarakat pedesaan. Dalam perjalanan akan melewati sawah, kampung, sungai, hutan, juga ada air panas belerang di tempat permandian umum dan sebagainya.
Harga:
* Minimum 2 orang Rp. 250.000 per orang dewasa atau anak
* Minimum 3 orang Rp. 200.000 per orang dewasa atau anak
* Minimum 4 orang Rp. 175.000 per orang dewasa atau anak
* P/u (Sanur, Kuta, Nusadua, Ubud) 07.30
* Termasuk: Transport PP, minuman dingin, kelapa muda dalam trekking, makan siang box, perlengkapan, Guide dan asuransi.
Trekking Gunung Batur
Di Gunung Batur tepatnya di daerah Kintamani, bisa melakukan kegiatan trekking / mendaki di pagi hari agar tidak terlalu panas. Gunung Batur merupakan gunung yang masih aktif. Sangat indah sekali perbukitan dan danau sekaligus sunrice di pagi hari terlihat dari puncak.
Harga:
* Minimum 2 orang Rp. 300.000 per orang dewasa
* Minimum 3 orang Rp. 250.000 per orang dewasa
* Minimum 4 orang Rp. 225.000 per orang dewasa
* P/u (Sanur, Kuta, Nusadua, Ubud) 03.00 - 03.30
* Termasuk: Transport PP, tiket masuk, aqua, local guide, makan siang buffet, perlengkapan, asuransi.
--------------------------------------------------------------------------------
Naik Gajah
Berbeda dengan Gajah di daerah lainnya di Indonesia, Gajah di Bali sangat jinak dan mengerti. Dipadukan dengan alam sekitar juga pemeliharaan dan habitat yang sangat di jaga menjadikan di tempat ini sangat nyaman dan sangat cocok untuk pilihan berlibur bersama keluarga. Naik gajah mengambil durasi cuma 30 menit saja yang akan di pandu oleh pawang melalui lintasan jalan.
Harga:
* Rp. 450.000 per orang dewasa
* Rp. 300.000 per anak (3 - 12 th)
* Rp. 200.000 per baby (dibawah 3th)
* Minimum booking 02 orang dewasa
* P/u (Sanur, Kuta, Nusadua, Ubud) Pagi: 07.30 - 08.00 atau 09.30 - 11.00, Siang: 11.30 - 14.30
* Termasuk: Transport PP, makan siang, pawang, handuk muka, perlengkapan, asuransi
* Bisa di kombinasikan dengan naik kuda atau rafting
photo lain
--------------------------------------------------------------------------------
Naik Kuda
Di Bali kendaraan traditional bernama “DOKAR” dimana penumpang yang ditarik oleh kuda. sangat unik memang. Gimana kalau langsung naik Kuda ya? pastilah menarik. Naik kuda di pedesaan teringat masa lalu sebelum ada kendaraan.
Harga:
* Berkuda selama 2 jam Rp. 320.000 per orang dewasa atau anak
* Berkuda selama 1 jam Rp. 210.000 per orang dewasa atau anak
* Berkuda selama 1/2 jam Rp. 125.000 per orang dewasa atau anak
* P/u (Sanur, Kuta, Nusadua, Ubud) tidak ditentukan
* Termasuk: Minuman selamat datang, perlengkapan, asuransi
* Bisa dikombinasikan dengan rafting atau naik gajah
diambil dari BaliTrip.com
Terletak di Kuta di depan Hotel Bali Garden, bisa mandi sepuasnya dalam satu hari dari jam buka sampai tutup. Water boom in cuma satu satunya di Bali.
Harga:
* Rp. 125.000 per orang
* termasuk entrance Water Bom
* P/u sesuai keinginan
detail
--------------------------------------------------------------------------------
Bersepeda
Berangkat dari 07.30 Wita menuju Kintamani, dari sana start bersepeda turun menuju Ubud sambil melihat pemandangan, kehidupan masyarakat Bali, rice terrace dll, bersepeda kurang lebih 2 jam.
Harga:
* Rp. 300.000 per dewasa
* Rp. 175.000 per anak (3 - 12 tahun)
* P/u (Sanur, Kuta, Nusadua) 07.30 - 08.00
* Termasuk: Transport PP, sepeda, perlengkapan bersepeda, asuransi, cold drink, makan siang, guide)
* Guarantee minimum book 02 orang dewasa atau 1 dewasa + 2 anak
--------------------------------------------------------------------------------
ATV Ride
Sangat mengesankan sekali jika anda mencoba permainan ini!!!. Kita bisa ber-adventure sambil mengenal alam yang menawan, kehidupan masyarakat desa/kampung sehari hari seperti bertani, bercocok tanam, dan lainnya juga budaya setempat. Atau bisa dibuat suatu game / lomba tertentu tergantung jumlah peserta.
Harga:
* 1 orang utk 1 motor Rp. 400.000 per orang dewasa atau anak
* 2 orang utk 1 motor Rp.
* P/u (Sanur, Kuta, Nusadua) Trip I: 07.15 - 07.45, Trip II: 12.15 - 12.45
* Termasuk: Transport PP, makan siang, aqua dan buah2 yang ditemui sewaktu trip, souvenir, changing room dengan air panas dingin, handuk, asuransi
* Kombinasi ATV + Rafting Rp. 600.000 per orang
fhoto lain
--------------------------------------------------------------------------------
Land Rover Jeep
Tour pake mobil pariwisata!!! sudah lumrah. Tapi kalau dengan Jeep Land Rover itu Beda. Berpetualang dengan Jeep sangat mengesankan, disamping banyak rintangan yang dilalui juga melewati pemandangan desa yang sangat menakjubkan. Trip ini mengambil lokasi di desa Jati Luih dimana di desa ini sangat terkenal dengan panorama rice terrace yang paling bagus di Bali.
Harga:
* Rp. 600.000 per orang dewasa atau anak
* Minimum booking 02 orang dewasa atau anak. 1 Jeep mak untuk 4 orang.
* P/u (Sanur, Kuta, Nusadua) Trip I: 07.15 - 07.45, Trip II: 12.15 - 12.45
* Termasuk: Transport PP, makan siang, aqua dan buah2 yang ditemui sewaktu trip, souvenir, changing room dengan air panas dingin, handuk, asuransi
fhoto lain
--------------------------------------------------------------------------------
Paint Ball Bali
Ingin menjadi tentara!!! Ayoo…disini buktikan!!!
Paint Ball Bali akan mewujudkannya. Permainan tembak tembak-an hanya ada di 1 tempat di Bali yaitu di desa KUTUH Kuta Selatan. Permainanya kurang lebih 30 menit atau sampai peluru (paint ball) habis. Paling tidak dalam permainan ini harus mengajak rekan, saudara atau keluarga sedikitnya 4 orang. Semakin banyak peserta akan semakin bagus dan lebih seru!!!
Ayoo Booking sekarang jugaaa….
Ada harga special harga untuk group dengan jumlah min 20 orang.
Harga:
* Rp. 350.000 per orang dewasa atau anak
* P/u (Sanur, Kuta, Nusadua) dari jam 08.00 - 14.00 bebas tentukan (as available)
* Termasuk: tiket masuk, equipments lengkap (seragam, V-force mask, senjata, pelindung kepala dan mata, 100 peluru (paintball), makanan kecil, 2 aqua, 1 minuman dingin.
* Tambahan beaya transfer PP Rp. 50.000 per orang
more info
--------------------------------------------------------------------------------
Trekking Pedesaan
Kegiatan Trekking ini sangat mengesankan. Diantara adventure program hanya disini kegiatan yang paling menyehatkan. Disamping bisa menikmati alam pedesaan dengan beraneka ragam activitas seperti bertani, bercocok tanam, kegiatan ritual sehari2 juga kebiasaan masyarakat pedesaan. Dalam perjalanan akan melewati sawah, kampung, sungai, hutan, juga ada air panas belerang di tempat permandian umum dan sebagainya.
Harga:
* Minimum 2 orang Rp. 250.000 per orang dewasa atau anak
* Minimum 3 orang Rp. 200.000 per orang dewasa atau anak
* Minimum 4 orang Rp. 175.000 per orang dewasa atau anak
* P/u (Sanur, Kuta, Nusadua, Ubud) 07.30
* Termasuk: Transport PP, minuman dingin, kelapa muda dalam trekking, makan siang box, perlengkapan, Guide dan asuransi.
Trekking Gunung Batur
Di Gunung Batur tepatnya di daerah Kintamani, bisa melakukan kegiatan trekking / mendaki di pagi hari agar tidak terlalu panas. Gunung Batur merupakan gunung yang masih aktif. Sangat indah sekali perbukitan dan danau sekaligus sunrice di pagi hari terlihat dari puncak.
Harga:
* Minimum 2 orang Rp. 300.000 per orang dewasa
* Minimum 3 orang Rp. 250.000 per orang dewasa
* Minimum 4 orang Rp. 225.000 per orang dewasa
* P/u (Sanur, Kuta, Nusadua, Ubud) 03.00 - 03.30
* Termasuk: Transport PP, tiket masuk, aqua, local guide, makan siang buffet, perlengkapan, asuransi.
--------------------------------------------------------------------------------
Naik Gajah
Berbeda dengan Gajah di daerah lainnya di Indonesia, Gajah di Bali sangat jinak dan mengerti. Dipadukan dengan alam sekitar juga pemeliharaan dan habitat yang sangat di jaga menjadikan di tempat ini sangat nyaman dan sangat cocok untuk pilihan berlibur bersama keluarga. Naik gajah mengambil durasi cuma 30 menit saja yang akan di pandu oleh pawang melalui lintasan jalan.
Harga:
* Rp. 450.000 per orang dewasa
* Rp. 300.000 per anak (3 - 12 th)
* Rp. 200.000 per baby (dibawah 3th)
* Minimum booking 02 orang dewasa
* P/u (Sanur, Kuta, Nusadua, Ubud) Pagi: 07.30 - 08.00 atau 09.30 - 11.00, Siang: 11.30 - 14.30
* Termasuk: Transport PP, makan siang, pawang, handuk muka, perlengkapan, asuransi
* Bisa di kombinasikan dengan naik kuda atau rafting
photo lain
--------------------------------------------------------------------------------
Naik Kuda
Di Bali kendaraan traditional bernama “DOKAR” dimana penumpang yang ditarik oleh kuda. sangat unik memang. Gimana kalau langsung naik Kuda ya? pastilah menarik. Naik kuda di pedesaan teringat masa lalu sebelum ada kendaraan.
Harga:
* Berkuda selama 2 jam Rp. 320.000 per orang dewasa atau anak
* Berkuda selama 1 jam Rp. 210.000 per orang dewasa atau anak
* Berkuda selama 1/2 jam Rp. 125.000 per orang dewasa atau anak
* P/u (Sanur, Kuta, Nusadua, Ubud) tidak ditentukan
* Termasuk: Minuman selamat datang, perlengkapan, asuransi
* Bisa dikombinasikan dengan rafting atau naik gajah
diambil dari BaliTrip.com
Water Sport In Bali
Water Sport
--------------------------------------------------------------------------------
Marine Sport paket
Paket A @Rp. 175.000 min 02 orang
Parasailing 1X + Banana Boat 15 menit + Jet Ski 15 Menit
Paket B @Rp. 250.000 min 02 orang
Parasailing 1X + Banana Boat 15 menit + Fly Fish 15 menit
Paket C @Rp. 325.000 min 02 orang
Parasailing 1X + Banana Boat 15 menit + Jet Ski 15 menit + Fly Fish 15 menit
Paket D @Rp. 225.000 min 02 orang
Parasailing 1X + Banana Boat 15 menit + Turtle Island 1jam dan Glass Bottom Boat
Paket E @Rp. 250.000 min 02 orang
Parasailing 1X + Banana Boat 15 menit + Turtle Island 1jam dan Glass Bottom Boat + Snorkeling 30 menit
Paket F @Rp. 300.000 min 02 orang
Parasailing 1X + Banana Boat 15 menit + Jet Ski 15 menit + Turtle Island 1jam dan Glass Bottom Boat
Paket G @Rp. 350.000 min 02 orang
Parasailing 1X + Banana Boat 15 menit + Fly Fish 15 menit + Turtle Island 1jam dan Glass Bottom Boat
Termasuk (Paket A-G): Transport PP, Boat, Perlengkapan, Asuransi.
Optional :
a. Parasailing (1x putaran) Rp. 60.000/orang
b. Banana Boat (15 menit) Rp. 50.000/orang min. 02 orang
c. Jet ski (15 menit) Rp. 100.000/orang
d. Snorkeling (1 jam) Rp. 90.000/orang min. 02 orang
e. Glass Bottom and turtle island (1jam) Rp. 75.000/orang min 02 orang
Trawling/coral fishing Speed Boat(4jam) Rp. 500.000/orang min. 02 orang include makan
Fishing dg Nelayan Boat(4jam) Rp. 300.000/orang min. 03 orang include makan dan pasti dapat ikan
Dolphin Tour (4jam) Rp. 400.000/orang min. 02 orang include makan
--------------------------------------------------------------------------------
Bali Diving Center
Pemandangan di gunung, di desa dan dimana2 itu biasa, akan tetapi gimana ya kalau pemandangan dibawah laut, pasti beda khan. Dengan melakukan diving kita bisa melihat kehidupan di dasar laut siang atau malam hari. Wau pasti seru, karena banyak habitat yang terdapat di dalamnya. Adapun lokasi di Bali yang kita pilihkan di beberapa tempat.
Lokasi dan harga :
Sanur atau Nusadua Rp. 500.000 per orang
Padang Bay Rp. 650.000 per orang
Gili Tepekong Rp. 750.000 per orang
Amed atau Cemetuk Rp. 700.000 per orang
Tulamben Rp. 650.000 per orang
Nusa Penida atau Lembongan Rp. 850.000 per orang
Menjangan Island Rp. 850.000 per orang
Manta Point Rp. 1.000.000 per orang
Extra Dive Rp. 250.000 per orang
Termasuk: Transport PP darat dan laut, All Scuba gear, 2 tank, weight belt, mas dan snorkel, makan box, aqua, dive master atau intruktur, dan asuransi
--------------------------------------------------------------------------------
Bali Sea Walker
Pernah jalan jalan di dasar bawah laut seperti berjalan di darat? Dengan sea walker keiinginan itu akan terwujud. Di Indonesia cuma ada satu tempat yaitu di Bali. Dimana dalam perjalanan ini hanya kepala saja yang terlindungi oleh helm yang tidak tembus air dan melalui selang akan mentransfer oksigen yang di perlukan dibawah air. Lama di bawah hanya 45 menit saja. Anda bisa bermain dengan ikan dan binatang laut lainnya.
Harga :
* Rp. 530.000 per orang dewasa
* Rp. 460.000 per anak (9-11th)
* Rp. 1.810.000 per keluarga (2 dewasa + 2 anak)
Termasuk: penjemputan PP, makan siang, seawalker dan asuransi
* Rp. 460.000 per orang dewasa
* Rp. 390.000 per anak (9-11th)
* Rp. 1.550.000 per keluarga (2 dewasa + 2 anak)
Termasuk: seawalker dan asuransi
--------------------------------------------------------------------------------
odyssey
Dalam Program ini, kita bisa melihat secara langsung kehidupan dibawah laut dengan kapal selam yang bernama Odyssey melalui kaca seolah olah kita berada di rumah bawah laut. Kira kira 45 menit akan mengelilingi dibawah laut di daerah “Labuan Amuk”.
Harga :
* Rp. 450.000 per orang dewasa
* Rp. 225.000 per anak (5 -11th)
* Rp. 90.000 per anak dibawah 5th
Termasuk: penjemputan PP, minuman selamat datang, makan siang buffet BBQ, 1X dive odyssey, handuk dingin, coffee dan aqua, sertifikat dan asuransi max USD 100.000 per orang
--------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------
Marine Sport paket
Paket A @Rp. 175.000 min 02 orang
Parasailing 1X + Banana Boat 15 menit + Jet Ski 15 Menit
Paket B @Rp. 250.000 min 02 orang
Parasailing 1X + Banana Boat 15 menit + Fly Fish 15 menit
Paket C @Rp. 325.000 min 02 orang
Parasailing 1X + Banana Boat 15 menit + Jet Ski 15 menit + Fly Fish 15 menit
Paket D @Rp. 225.000 min 02 orang
Parasailing 1X + Banana Boat 15 menit + Turtle Island 1jam dan Glass Bottom Boat
Paket E @Rp. 250.000 min 02 orang
Parasailing 1X + Banana Boat 15 menit + Turtle Island 1jam dan Glass Bottom Boat + Snorkeling 30 menit
Paket F @Rp. 300.000 min 02 orang
Parasailing 1X + Banana Boat 15 menit + Jet Ski 15 menit + Turtle Island 1jam dan Glass Bottom Boat
Paket G @Rp. 350.000 min 02 orang
Parasailing 1X + Banana Boat 15 menit + Fly Fish 15 menit + Turtle Island 1jam dan Glass Bottom Boat
Termasuk (Paket A-G): Transport PP, Boat, Perlengkapan, Asuransi.
Optional :
a. Parasailing (1x putaran) Rp. 60.000/orang
b. Banana Boat (15 menit) Rp. 50.000/orang min. 02 orang
c. Jet ski (15 menit) Rp. 100.000/orang
d. Snorkeling (1 jam) Rp. 90.000/orang min. 02 orang
e. Glass Bottom and turtle island (1jam) Rp. 75.000/orang min 02 orang
Trawling/coral fishing Speed Boat(4jam) Rp. 500.000/orang min. 02 orang include makan
Fishing dg Nelayan Boat(4jam) Rp. 300.000/orang min. 03 orang include makan dan pasti dapat ikan
Dolphin Tour (4jam) Rp. 400.000/orang min. 02 orang include makan
--------------------------------------------------------------------------------
Bali Diving Center
Pemandangan di gunung, di desa dan dimana2 itu biasa, akan tetapi gimana ya kalau pemandangan dibawah laut, pasti beda khan. Dengan melakukan diving kita bisa melihat kehidupan di dasar laut siang atau malam hari. Wau pasti seru, karena banyak habitat yang terdapat di dalamnya. Adapun lokasi di Bali yang kita pilihkan di beberapa tempat.
Lokasi dan harga :
Sanur atau Nusadua Rp. 500.000 per orang
Padang Bay Rp. 650.000 per orang
Gili Tepekong Rp. 750.000 per orang
Amed atau Cemetuk Rp. 700.000 per orang
Tulamben Rp. 650.000 per orang
Nusa Penida atau Lembongan Rp. 850.000 per orang
Menjangan Island Rp. 850.000 per orang
Manta Point Rp. 1.000.000 per orang
Extra Dive Rp. 250.000 per orang
Termasuk: Transport PP darat dan laut, All Scuba gear, 2 tank, weight belt, mas dan snorkel, makan box, aqua, dive master atau intruktur, dan asuransi
--------------------------------------------------------------------------------
Bali Sea Walker
Pernah jalan jalan di dasar bawah laut seperti berjalan di darat? Dengan sea walker keiinginan itu akan terwujud. Di Indonesia cuma ada satu tempat yaitu di Bali. Dimana dalam perjalanan ini hanya kepala saja yang terlindungi oleh helm yang tidak tembus air dan melalui selang akan mentransfer oksigen yang di perlukan dibawah air. Lama di bawah hanya 45 menit saja. Anda bisa bermain dengan ikan dan binatang laut lainnya.
Harga :
* Rp. 530.000 per orang dewasa
* Rp. 460.000 per anak (9-11th)
* Rp. 1.810.000 per keluarga (2 dewasa + 2 anak)
Termasuk: penjemputan PP, makan siang, seawalker dan asuransi
* Rp. 460.000 per orang dewasa
* Rp. 390.000 per anak (9-11th)
* Rp. 1.550.000 per keluarga (2 dewasa + 2 anak)
Termasuk: seawalker dan asuransi
--------------------------------------------------------------------------------
odyssey
Dalam Program ini, kita bisa melihat secara langsung kehidupan dibawah laut dengan kapal selam yang bernama Odyssey melalui kaca seolah olah kita berada di rumah bawah laut. Kira kira 45 menit akan mengelilingi dibawah laut di daerah “Labuan Amuk”.
Harga :
* Rp. 450.000 per orang dewasa
* Rp. 225.000 per anak (5 -11th)
* Rp. 90.000 per anak dibawah 5th
Termasuk: penjemputan PP, minuman selamat datang, makan siang buffet BBQ, 1X dive odyssey, handuk dingin, coffee dan aqua, sertifikat dan asuransi max USD 100.000 per orang
--------------------------------------------------------------------------------
Langganan:
Komentar (Atom)